07 May 2026
Malang, 7 Mei 2026 – Malang kini menghadirkan pengalaman baru dalam transportasi. Bukan sekadar perubahan jenis kendaraan, tetapi perubahan rasa dalam setiap perjalanan. Melalui armada transporter listrik yang dioperasikan oleh PO Bagong bersama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (“VKTR”), langkah ini menjadi wujud nyata dalam menghadirkan solusi mobilitas yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan operasional sehari-hari masyarakat.
Direktur dan Chief Operating Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses transportasi hijau ke berbagai daerah di Indonesia. “Kami meyakini bahwa transportasi hijau tidak seharusnya menjadi privilese kota besar saja. Di tengah tekanan lonjakan harga bahan bakar dan ketidakstabilan harga minyak dunia, operator transportasi juga dituntut untuk semakin adaptif dalam mengelola operasionalnya. Melalui kolaborasi dengan PO Bagong, kami berupaya memperluas akses terhadap kendaraan komersial listrik ke berbagai daerah dan segmen masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan bagi pelaku usaha transportasi. Ini menjadi langkah strategis agar transisi menuju mobilitas hijau tidak hanya inklusif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan operasional di lapangan,” jelas Bimo.
Dari sisi implementasi, adopsi armada listrik ini menunjukkan kesiapan operator lokal dalam mengintegrasikan teknologi baru ke dalam operasional sehari-hari. Mulai dari pengelolaan unit hingga proses pengisian daya, seluruhnya telah berjalan sebagai bagian dari aktivitas rutin, menegaskan bahwa kendaraan listrik kini bukan lagi sekadar konsep, melainkan solusi yang telah digunakan secara nyata.
Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong), Budi Susilo, menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan industri sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi penumpang. “Kami melihat bahwa transportasi terus berkembang, dan sebagai operator, kami perlu ikut beradaptasi. Namun yang menjadi prioritas utama kami tetap kenyamanan penumpang. Dengan kendaraan listrik ini, kami bisa menghadirkan perjalanan yang lebih halus, lebih senyap, dan lebih nyaman. Di saat yang sama, kami juga ingin mengambil bagian dalam mendorong transportasi yang lebih hijau di Malang,” ujar Budi.
Dampak bagi Lingkungan dan Masyarakat
Kehadiran armada listrik ini juga membawa dampak yang lebih luas bagi lingkungan sekitar. Berbeda dengan kendaraan konvensional, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang saat beroperasi, sehingga membantu menjaga kualitas udara tetap lebih bersih di sepanjang rute perjalanan serta mengurangi paparan polusi bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.
Dalam jangka panjang, setiap perjalanan dengan armada listrik tidak lagi sekadar perpindahan dari satu titik ke titik lain, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan dan mendukung kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat.
Pengalaman Baru bagi Penumpang
Selain dampak lingkungan, kendaraan listrik juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang berbeda. Minimnya getaran dan suara mesin membuat kabin terasa lebih senyap, menciptakan suasana perjalanan yang lebih tenang dan nyaman.
Perbedaan ini sudah terasa sejak kendaraan mulai bergerak. Tanpa suara mesin yang bising dan hentakan kasar, perjalanan menjadi lebih halus dan stabil. Akselerasi yang lebih mulus memberikan kenyamanan tambahan, terutama bagi penumpang yang sensitif terhadap pergerakan. Kombinasi dari berbagai aspek ini menghadirkan pengalaman baru yang sebelumnya jarang ditemukan dalam transportasi umum.
Transporter Lokon dirancang untuk kebutuhan mobilitas komersial dengan kapasitas hingga 17 penumpang, sekaligus menawarkan efisiensi operasional melalui jarak tempuh hingga 340 km dalam satu kali pengisian daya penuh. Kapasitas dan daya jelajah ini menjadikannya relevan untuk rute dalam kota maupun antar wilayah dengan frekuensi operasional yang tinggi, tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang.
Sebagai bagian dari pengenalan armada ini, pada Kamis (7/5) VKTR bersama PO Bagong juga mengajak media untuk melihat dan merasakan langsung pengalaman menggunakan transporter listrik di Malang. Inisiatif ini bertujuan memberikan gambaran nyata kepada publik bahwa kendaraan listrik telah siap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi ini, PO Bagong dan VKTR tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat langkah menuju ekosistem transportasi yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Inisiatif ini diharapkan menjadi awal dari adopsi yang lebih luas ke depan, sekaligus menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam transformasi transportasi di Indonesia.
Tentang PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR – dibaca “Vektor”) adalah pelopor elektrifikasi segmen kendaraan komersial di Indonesia. VKTR resmi mencatatkan saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 19 Juni 2023, menjadi emiten kendaraan listrik komersial pertama di Indonesia. VKTR berkomitmen mempercepat mobilitas berkelanjutan melalui inovasi manufaktur dan kemitraan strategis dengan produsen kendaraan listrik global terbaik.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Investor Relations VKTR (ir@vktr.id)
Untuk pertanyaan media, hubungi:
Corporate Communications VKTR (media.relations@vktr.id)