Komite Audit

Dino-Pati-Djalal

Dr. Dino Patti Djalal

Ketua Komite Audit

Warga Negara Indonesia, 59 tahun, menjabat sebagai Komisaris Independen VKTR sejak tahun 2022.

Beliau adalah seorang diplomat karier terkemuka, akademisi, penulis, dan mantan anggota kabinet Kepresidenan. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada tahun 2014, sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada tahun 2010 hingga 2013, dan sebagai Juru Bicara Presiden untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2004 hingga 2010, menjadikannya sebagai Juru Bicara Kepresidenan terlama di sejarah Indonesia modern.

Beliau kini aktif berpartisipasi dalam berbagai lembaga dan organisasi independen di seluruh dunia. Beliau merupakan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Ketua Dewan World Resources Institute (WRI) Indonesia, Ketua Ikatan Dosen Indonesia, Ketua Dewan Pembina Jaringan Diaspora Indonesia Global (IDN Global), dan Asia Fellow dari Milken Institute.

Beliau memperoleh gelar Doktor dari London School of Economics and Political Science pada tahun 2000, gelar Master di bidang Ilmu Politik dari Simon Fraser University pada tahun 1991, dan gelar Sarjana di bidang Ilmu Politik dari Carleton University pada tahun 1986.

Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, maupun pemegang saham utama dan pengendali Perseroan.

Bentangkan Tutup

img-arief

Arief A. Dhani

Anggota Komite Audit

Warga Negara Indonesia, 53 tahun, lahir tahun 1971 dan berdomisili di Jakarta. Meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Indonesia (1995) dan Magister Manajemen Keuangan dari Universitas Pelita Harapan (2009). Beliau juga memiliki sertifikasi CPA (1998), sertifikasi Wakil Manajer Investasi (1998), dan CA (Chartered Accountant) (2013).

Beliau memulai karier sebagai Auditor di Drs. Hadi Sutanto & Partners (PricewaterhouseCoopers) (1994-2000), kemudian menjadi Partner di RSM AAJ Associates (2000-2009), Arman Dhani & Partners (2009-2014), dan Arief Jauhari (sejak 2015). Pernah menjabat di Komite Audit PT Semen Baturaja Tbk, PT Bakrie & Brothers Tbk, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, PT Samindo Resources Tbk, dan PT Bayan Resources Tbk, serta Komite Audit PT Bakrie & Brothers Tbk.

Bentangkan Tutup

img-a-kristiyanto

A. Kristiyanto Wahyu Indriya

Anggota Komite Audit

Warga negara Indonesia, 63 tahun, lahir pada tahun 1962 dan berdomisili di Bekasi, Jawa Barat. Beliau memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada (1989), gelar Magister Sains di bidang Administrasi Bisnis dari Universitas Indonesia (2002), serta gelar Sarjana Hukum Bisnis dari Universitas Bhayangkara (2009). Beliau merupakan Certified Public Accountant (CPA), Certified Accountant (CA), ASEAN Chartered Professional Accountant, serta memiliki sertifikasi Certified Audit Committee Professional (CACP). Beliau juga merupakan anggota Ikatan Komite Audit Indonesia, Ikatan Akuntan Publik Indonesia, dan Ikatan Akuntan Indonesia.

Beliau memulai karier sebagai Finance Controller di PT Bali Nirwana Resort (1998-1999), kemudian menjabat sebagai Finance Controller di PT Bakrie & Brothers Tbk (1999-2002). Selanjutnya, beliau menjabat sebagai Audit Manager di Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang (2002-2008), Audit Partner di Kantor Akuntan Publik Tjahjadi, Pradhono & Teramihardja (Morison International) (2008-2011), serta Audit Partner di Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan (Crowe) (2011-2013). Beliau juga pernah menjabat sebagai Anggota Komite Audit di BPJS Ketenagakerjaan (2013-2017) dan PT Century Tokyo Leasing Indonesia (2021-2023). Sejak tahun 2023, beliau menjabat sebagai Audit Partner di KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra (anggota Crowe Global) serta sebagai Anggota Komite Audit PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.

Selain itu, saat ini beliau menjabat sebagai Anggota Komite Audit PT Bakrie & Brothers Tbk (sejak 2025), Anggota Komite Audit PT Cimanggis Cibitung Tollways (2025), Bendahara Yayasan Stella Duce di Dili, Timor-Leste (sejak 2025), Anggota Badan Pengawas Yayasan Santo Dominikus de Gusman (Rumah Sakit Elisabeth) (sejak 2025), serta Bendahara Yayasan Tarakanita (sejak 2024). Pengalaman panjang beliau mencerminkan keahlian yang kuat di bidang audit, tata kelola keuangan, dan advisory di berbagai sektor.

Bentangkan Tutup