13 May 2026
Jakarta, 13 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya keresahan masyarakat terhadap polusi udara perkotaan, khususnya fenomena kendaraan berbahan bakar diesel dengan kepulan asap hitam atau yang kerap dijuluki masyarakat sebagai “cumi-cumi darat”, Kota Semarang mengambil langkah progresif menuju sistem transportasi publik yang lebih bersih dan sehat.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (“VKTR”) memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi transportasi ramah lingkungan di Indonesia melalui partisipasinya dalam pengadaan armada bus listrik untuk layanan Trans Semarang di Semarang, Jawa Tengah. Pengadaan ini mencakup 27 unit bus listrik low deck berukuran 12 meter yang akan dioperasikan sebagai armada transportasi publik perkotaan, sekaligus menjadi tonggak penting dalam percepatan elektrifikasi transportasi umum di Indonesia. Proses tender pengadaan telah berlangsung sejak April 2026 setelah proses uji coba pada Februari hingga Maret 2026, melalui mekanisme seleksi yang kompetitif dan transparan, sebelum secara resmi telah diumumkan pada Mei 2026. Kehadiran bus listrik VKTR sebagai armada Trans Semarang bukan hanya memperkuat kualitas layanan transportasi publik, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat terhadap mobilitas yang lebih sehat, nyaman, dan bebas polusi.
Komisaris Utama VKTR, Anindya N. Bakrie menyampaikan bahwa proyek pengadaan bus listrik untuk Trans Semarang merupakan salah satu langkah konkret dalam mendukung transisi menuju target Net Zero Emission di sektor transportasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. “Inisiatif ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pemerintah daerah terhadap kemampuan industri kendaraan listrik nasional. Namun yang tidak kalah penting, transformasi ini memberi dampak langsung bagi masyarakat melalui transportasi publik yang lebih bersih, lebih senyap, dan lebih sehat. Ketika masyarakat tidak lagi harus menghadapi polusi asap kendaraan setiap hari, maka manfaatnya bukan hanya bagi lingkungan, tetapi juga kualitas hidup warga kota,” ujar Anindya.
Dari sisi pengalaman pengguna, bus listrik menawarkan kenyamanan yang lebih baik melalui operasional yang lebih senyap, minim getaran, dan bebas bau asap pembakaran, menciptakan perjalanan yang lebih nyaman bagi penumpang maupun masyarakat di sekitar jalur operasional. Dibandingkan kendaraan konvensional berbasis diesel, bus listrik memberikan pengalaman mobilitas yang lebih modern dan human-centric.
Walikota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. menyampaikan bahwa pengadaan armada bus listrik merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus menghadirkan lingkungan kota yang lebih sehat. “Kami menyambut baik hadirnya armada bus listrik untuk layanan Trans Semarang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum sekaligus menjadi bagian penting dari upaya pengurangan emisi kendaraan di kawasan perkotaan. Kami ingin masyarakat Semarang dapat menikmati transportasi publik yang semakin nyaman dengan lingkungan kota yang lebih bersih,” ungkap Agustina.
Dalam pelaksanaannya, VKTR akan memproduksi dan mengirimkan armada bus listrik yang dirakit oleh tenaga kerja terampil Indonesia di fasilitas manufaktur perusahaan di Magelang, Jawa Tengah. Armada tersebut juga memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%, tertinggi di industri kendaraan listrik nasional, sehingga selain mendorong transformasi transportasi hijau, proyek ini juga memperkuat rantai pasok dan daya saing industri otomotif nasional.
Didukung Baterai Produksi Indonesia
Ke depan, VKTR juga akan semakin memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penggunaan suplai baterai dari REPT Battero Indonesia (Battero) yang berkolaborasi dengan VKTR untuk memenuhi kebutuhan baterai bus dan truk listrik lokal sesuai standar TKDN. Baterai yang digunakan merupakan produksi lokal Indonesia yang diproduksi di fasilitas manufaktur Battero di Sulawesi, menjadi langkah strategis dalam memperkuat rantai pasok domestik sekaligus mendukung pengembangan industri hilirisasi kendaraan listrik nasional.
Dengan dukungan baterai produksi dalam negeri tersebut, tingkat TKDN bus listrik VKTR diproyeksikan meningkat hingga lebih dari 50%, semakin memperkuat posisi VKTR sebagai salah satu national champion industri kendaraan listrik Indonesia. Penguatan kandungan lokal ini diharapkan tidak hanya mendorong transformasi transportasi publik yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan industri nasional dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
Melalui kehadiran armada bus listrik Trans Semarang, harapannya masyarakat tidak hanya mendapatkan moda transportasi yang nyaman, tetapi juga menikmati kota dengan udara yang lebih sehat, sebuah langkah kecil namun nyata untuk mengurangi “cumi-cumi darat” dan menghadirkan Semarang sebagai kota yang semakin layak huni bagi generasi mendatang.
Tentang PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR – dibaca “Vektor”) adalah pelopor elektrifikasi segmen kendaraan komersial di Indonesia. VKTR resmi mencatatkan saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 19 Juni 2023, menjadi emiten kendaraan listrik komersial pertama di Indonesia. VKTR berkomitmen mempercepat mobilitas berkelanjutan melalui inovasi manufaktur dan kemitraan strategis dengan produsen kendaraan listrik global terbaik.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Investor Relations VKTR (ir@vktr.id)
Untuk pertanyaan media, hubungi:
Corporate Communications VKTR (media.relations@vktr.id)